Postingan

MULTICULTURALISM IN THE LOCAL WISDOM OF BAJO TRIBE

   MULTICULTURALISM IN THE LOCAL WISDOM  OF BAJO TRIBE La Ode Ali Basri   1   1  Department of History, Faculty of Cultural Science , Universitas Halu Oleo Kendari *) Correspondent: La Ode Ali Basri, Department of History of Cultural Science,   Universitas Halu Oleo Kendari , Southeast Sulawesi Indonesia, Phone Number: 081341797344, E-mail: basri.uho74@gmail.com ABSTRACT This research  reveals multiculturalism contained in the oral tradition of the Bajo tribe.   The results showed that multiculturalism in Bajo tradition is as follows;   1) ethical philosophy of the Bajosnamely tahangdiri (self-control) and  ngatonang diri (self-awareness).   Tahang diri is the ethical concept of behaving of Bajo tribe that in their life, they must refrain from misbehavior. Ngatonang diri implies that every individual should be aware of all the weaknesses and the strengths they belong.   Bajoprincipally are ordinary people who cannot survive without the helpfrom other people, the sea

KETIDAK BERTAHANAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT MUNA

KETIDAK BERTAHANAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT MUNA LA ODE ALI BASRI Fakultas Ilmu Budaya  Universitas Halu Oleo Kendari E-mail: basri.uho74@gmail.com Abstrak Penelitian ini didasari oleh suatu fakta bahwa masyarakat Muna banyak memiliki budaya lokal, namun saat ini budaya lokal tersebut sedang mengalami proses menuju kepunahan bahkan sudah ada yang hilang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyebab ketidak bertahanan budaya lokal masyarakat Muna dan strategi revitalisasinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, studi pustaka/dokumen, dan diskusi terfokus. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan statistik deskriptif dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidak bertahanan budaya lokal masyarakat Muna disebabkan oleh beberapak faktor yakni; 1) Tidak adanya pewarisan budaya lokal dalam keluarga dan makin berkurangnya tokoh-tokoh tua yang memahami kebudayaan